CARA MENULIS OPINI PUBLIK

Oleh : Nur Yakin

OPINI secara bahasa menurut KBBI, ialah fikiran, pendapat, pendirian. Dalam kontek ini bisa difahami bahwa menulis sebuah opini ialah kegiatan untun mentransfer suatu ide, pemikiran, atau gagasan ke ruang publik.

Menulis sebuah opini sama halnya dengan melakakukan rekreasi intlektual, karena fokus dari menulis opini tersebut adalah bagaimana bisa mengasah otak, menajamkan pemikiran dan melahirkan ide-ide baru.

Opini yang ditulis yang kemudian di publish akan di nilai oleh publik, misalnya dengan dipertanyakan pokok argumentasinya, dinilai, atau bahkan diperdebatkan.

Dengan demikian kegiatan menulis opini adalah soal memberikan informasi, wawasan, pengalaman di ruang publik, yang harus dilakukan dengan kesukacitaan dan kegemaran dalam berbagi gagasan dan pengetahuan.

Di indonesia, hampir seluruh halaman surat kabar telah menyediakan rubrik tentang opini, dan bahkan sebagian media massa menyiapkan honorarium untuk memuat opini, misalnya di koran dan majalah tempo.

Opini memiliki banyak aneka ragam, seperti masalah pertanian, agama, politik, hukum, pertambangan, wirausaha, sosial masyarakat, olah raga, dll.

Untuk menjadi seorang penulis opini di ruang publik maka harus memperhatikan beberapa hal untuk di persiapkan sebagai berikut :

• Keahlian di bidang tertentu

Menulis opini sesuai dengan keahliannya akan sangat menarik untuk disajikan di ruang publik, karena kesesuaian dengan keahliannya akan memberi nilai lebih atas tulisannya.

semisal memiliki keahlian di bidang hukum dengan latar belakang sarjana hukum, tentu akan membuat publik lebih tertantang untuk membaca sebuah karya tulis tersebut.

Keahlian di bidang tertentu ini sangatlah penting, terutama soal legitimasi diri sebagai seorang penulis di hadapan publik.


• Ide dan Gagasan

Ide adalah harta terpenting bagi seorang penulis, karena munculnya ide inilah kemudian seorang penulis bisa mengembangkan sampai menjadi sebuah karya tulis.

Ide bisa muncul kapanpun dan dimanapun, maka ketika ide-ide itu muncul maka si penulis opinipun akan langsung menguraikan dengan fakta-fakta yang ada.

Misalnya muncul ide tentang mahasiswa yang enggan bergabung ke duni oraganesasi, maka si penulis akan melakukan komperasi antara mahasiswa pra 2000an dengan mahasiswa pasca 2000an.

• Argumentasi Gagasan

Argumentasi memiliki kaitan erat dengan keahlian si penulis, karena argumentasi akan menjadi esensi dari penulisan yang menentukan kadar kemampuan si penulis tersebut.

Semakin logis dan rasionalis argumentasinya maka akan semakin menambah kualitas penulisan opini tersebut, karena kebanyakan pembaca lebih fokus kepada pusat argumentasinya.

Akurasi argumentasi dalam penulisan akan menjadi nilai tersendiri, yang mungkin akan menjadi penentu penilaian dari publik.


• Teknik Penulisan Opini

Teknik penulisan opini di media massa tentu tidak sama dengan penulisan karya ilmiah, karena pembaca di media massa sangat beragam sehinga penulisan opini itu harus memakai bahasa yang menarik, singkat ( tidak bertele-tele).

Perlu kreatifitas dalam penulisannya, semisal mengedepankan model tulisan yang mobile freindtly, dikarenakan kebanyakan saat ini pembaca banyak yang menggunakan HP.

• Kemampuan bidang bahasa

Dalam penulisan opini penentuan bahasa yang akan digunakan dalam menulis perlu diperhatikan, semisal dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah di mengeri oleh pembaca.

Kemungkinan gagal menulis opini di karenakan kurang percaya diri dalam menyajikan bahasa penulisannya, sederhana saja bahwa tidak semua pembaca menuntut kesempurnaan bahasanya, akan tetapi masih banyak yang lebih pada esensi penilisannya.

Demikian tips menulis opini sumoga bisa bermanfaat.....!