FILOSOFI CANGKIR

Oleh : Nur Yakin

Filosofi menurut KBBI, memiliki arti sebagai pengetahuan dengan menggunakan akal budi tentang hakikat segala yang ada, penyebab sesuatu, asal usul peristiwa, serta hukumnya.

Berbicara tentang filosofi seakan membahas seuatu yang tidak lekang oleh waktu, karena banyak sekali hal-hal yang memiliki filosofi  dalam kehidupan manusia, semisal filosofi sebuah benda, hewan, atau barang-barang tertentu.

Begitupun dengan istilah "cangkir" yang melekat dengan nama WEB (cangkir pemuda) ini, tentu juga memiliki makna dan filosofi yang dalam hal ini akan dipaparkan sebegai berikut:

• Cangkir, wadah kosong yang harus diisi.

Setiap diantara kita, tentu telah mengetahui dengan seksama bahwa cangkir adalah wadah benda cair, semisal air, kopi, teh, jus, atau bentuk minuman yang lainnya yang bisa dituang kedalamnya.

Jika kita mencoba merenungkannya, cangkir bisa digambarkan layaknya kehidupan diri sendiri, dimana diri ini bisa di isi dengan berbagai macam hal, semisal ilmu, informasi, dll.

Sebagaimana disebut di atas bahwa kehidupan layaknya cangkir yang fleksibel untuk di isi, maka segalanya kembali kepada diri sendiri tentang apa yang tepat untuk berada dalam pribadinya?, apakah sesuatu yang baik dan bermanfaat?, atau sebaliknya hal buruk yang akan membawa petaka? 

Jawabannya, tentu adalah hal baik yang akan membawa manfaat, namun bukanlah sebuah kehidupan jika kemudian manusia selalu tepat dan tidak pernah salah dalam menentukan apa yang harus dan apa yang tidak.

Sama halnya dengan cangkir tersebut yang bila di isi madu, maka akan memberi manfaat pada yang meminumnya, namun seringkali tanpa disadari cangkir itu malah di isi alkohol atau racun yang berakibat pada petaka bagi kehidupan.

Untuk itu, sebagiamana filosofi cangkir di atas, dimana dalam menentukan isinya harus bijak, begitu pula dengan kehidupan yang harus memiliki pemikiran positif untuk mengisi kehidupan dengan berbagai hal yang baik dan membawa manfaat.

• Cangkir, harus di isi sesuai kapasitasnya.

Tidak satu hal ihwalpun yang tidak memiliki batasan di dunia ini, begitu pula dengan kapasitas sebuah cangkir yang juga memilik batasanya, dimana ketika dipaksakan untuk terus di isi maka jelas akan tumpah.

Begitu pula dengan sebuah kehidupan yang juga memiliki batasan kekuatan dalam mengemban berbagai tanggung jawab, ambisi, beban, dan tuntutan-tuntutan dalam kehidupan tersebut.

Dari filosofi cangkir yang kedua ini, hendaknya kita mampu untuk mengambil hikmah agar tidak memaksakan kehendak melebihi dari kesanggupan diri, baik itu secara fisik, mental, dan finansial.

Untuk itu, dalam sebuah kehidupan ini, perlu kiranya untuk selalu menyesuaikan segala sesuatu dengan kemempuan pribadinya, agar memiliki keseimbangan hidup yang baik.

• Cangkir, kosong

Filosofi cangkir kosong ini adalah lambang tentang bagaimana seharusnya dalam kehidupan harus merasa kosong, pertanyaannya untuk apa merasa kosong?

Jawaban yang paling logis, karena sesuatu yang kosong itu berarti siap untuk di isi atau menjadi sebuah keharusan untuk di isi.

Jika kita renungkan tentang filosofi cangkir kosong pada sebuah kehidupan, maka bisa dimaknai dengan kerendahan hati seseorang yang hendak belajar, artinya bahwa orang yang merasa kosong akan senantiasa mencari sesuatu untuk dituangkan kedalam kehidupannya.

Maka dari itu, hendaknya dalam kekosongan diri akan pengetahuan, seharusnya mampu dipenuhi dengan belajar lebih giat untuk mengisi ruang-ruang kosong dalam diri kita.

• Cangkir, memiliki anekaragam bentuk dan warna. 

Filosofi keanekaragaman bentuk dan warna pada cangkir tersebut, jika digambarkan pada kehidupan manusia ialah belajar tentang hidup yang penuh dengan perbedaan, baik itu perbedaan etnis, budaya, agama, atau bahkan yang sering memicu perpecahan berbeda dalam pandangan politik.

Belajar dari filosofi cangkir di atas, bahwa keanekaragaman merupakan kenicayaan dalam hidup yang harus di terima sebagai kodrat yang tak mungkin bisa untuk hindari.

Oleh karenanya, dalam kehidupan ini kita harus saling mengargai pada setiap perbedaan, dalam artian menjaga pluralitas dalam kehidupan sosial yang tidak mungkin bisa dipaksakan untuk sama.

• Cangkir, berdasarkan kualitasnya. 

Berbicara tentang kualitas, tentu kualitas yang tinggi akan lebih menarik dan lebih kuat dari pada kualitas rendahan, tidak hanya soal itu saja tapi bahkan harus dengan harga yang mahal pula.

Filosofi cangkir inipun mengambarkan tentang sebuah kualitas hidup seseorang yang juga menjadi penentu derajatnya pula, misalnya orang yang berilmu, memiliki moralitas yang tinggi, mampu dipercaya oleh orang, atau bahkan menjadi figur yang baik.

Hal itupun tentu akan mendapatkan penilaian yang seimbang dari masyarakat, baik tentang derajat yang terhormat, rasa kagum, dan bahkan akan dipuja-puja sebagai contoh figur yang baik.

Dari filosofi ini bisa kita ambil pelajaran tentang pentingnya membangun kualitis diri dari berbagai aspek kehidupan, mulai dari hidup bersosial, kualitas keperibadian, kualitas keilmuan, dll.

Demkian beberapa filosofi cangkir yang bisa diambil hikmah kedalam kehidupan kita, terkait dengan nama web "cangkir pemuda", kami artikan sebagai CANGkru'an dan berfiKIR, dalan artian untuk bagaimana memanfatkan waktu nongkrong dengan cara bertukar pendapat untuk pandangan hidup yang lebih baik..

Semoga bermanfaat.