Pemuda Garda Utama Perubahan Bangsa Indonesia

Pemuda Garda Utama Perubahan Bangsa Indonesia
Oleh : Nur Yakin

"Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangakan dunia.’’ Ir Soekarno.

Berbicara tentang eksistensi Pemuda memang seperti tak ada habisnya, karena bagaimanapun setiap zaman sepakat bahwa Pemuda merupakan harapan bangsa di hari mendatang, bahkan dalam sebuah istilah disebutkan bahwa "Pemuda saat ini pemimpin di hari mendatang.

Pepatah itu benar adanya bahwa Pemuda memanglah seorang generasi penerus, dimana pada kehidupan selanjutnya, merekalah para Pemuda yang akan memegang estafet kepemimpinan, yang mana di dalamnya terdapat sebuah wewenang untuk menentukan nasib bangsa.

Oleh karenanya, penting untuk kemudian Pemuda memiliki peranan yang strategis dalam setiap agenda kepemimpinan, agar nantinya akan lebih matang secara mental dan pengalaman.

Namun pertanyaannya, apakah Pemuda sadar atas peran fungsinya sebagai generasi bangsa? Siapkah untuk berproses lebih keras dan meninggalkan sifat kekanakannya? Beranikah untuk merovolusi pribadinya untuk menjadi tangguh?

Jawaban yang semestinya adalah "SIAP" dan bahkan kata siap sebenarnya bukanlah sebuah pilihan, melainkan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar ataupun dikompromi, karena bagaimanapun waktu tidak akan pernah menunggu para Pemuda untuk siap, tapi sebaliknya waktu akan terus berjalan dan para Pemuda harus selalu menyiapkan diri sejak dini.

Dalam arti lain bahwa Pemuda harus siap dalam berbagai lini sektor kehidupan bangsa Indonesia, baik dalam kontek, politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, dan bahkan dalam dunia pertahanan keamanan.

Kenapa Pemuda harus siap dalam berbagai lini sektor? Karena pemuda memiliki tugas dan fungsi sebagai agent of change atau sebagai pembawa perubahan disetiap saat untuk perubahan yang lebih baik dimasa mendatang.

Sebagai agent of change tentu para Pemuda harus betul-betul memiliki bekal yang mempuni, karena jika tidak hasilnya akan bertimbang kebalik dari pada apa yang diharapkan sebagai generasibpenerus.

Jika menelisik pada cacatan sejarah Sumpah Pemuda bahwa menperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia atau melepaskan diri dari belenggu kolonialisme tidak lepas dari peran serta semangat para Pemuda.

Dimana pada awalnya hanya dilakukan dalam kontek kedaerahan selama tiga abad lamanya, sehingga kemudian mampu menjadi catatan sejarah dengan bangkitnya para Pemuda untuk kemudian mendirikan organesasi kepemudaan Nasional.

Semangat para Pemuda yang dalam wadah organesasinya hanya bersifat kultural, sampai dengan menjadi wadah perjuangan yang membawa isu-isu Nasionalisme dengan peningkatan deplomasi politik.

Nah dari sekilas sejarah Sumpah Pemuda bisa kemudian untuk menjadi dasar kesadara para Pemuda bahwa dirinya merupakan harapan besar akan perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih ideal.

Karena bagaimanapun keberhasilan suatu negara tentu bisa dari kualitas kehidupan bangsanya, dimana dalam hal ini pemuda memiliki peranan yang sangat penting untuk melakukan perubahan sosial di mulai dari lingkungannya.

Sebagai agent of change, tentu sikap kritis dan semangatnya memiliki kekuatan untuk mempengaruhi dan menyadarkan rakyat agar melakukan suatu gerakan perubahan sosial, semisal dengan menjadi penyampai aspirasi rakyat atas ketidak sesuaian kebijakan pemerintah.

Karena dewasa ini, seringkali kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan apa yang diharapkan rakyat dan bahkan kadang berbanding kebalik, alias menjadikan kepentingan rakyat sebagai momentum untuk mendapatkan keuntungan materi.

Persolan-persoalan kenegaraan diatas harus menjadi catatan tersendiri bagi para Pemuda untuk membangun semangat perjuangannya untuk perubahan kearah yang lebih baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maka dari itu, Pemuda harus lebih banyak belajar baik sedara tekstuak ataupun kontekstual untuk bekal melakukan perjuangan, yaitu dengan meningkatkan rasa sadar akan pentingnya pendidikan.

Karena bagaimanapun pendidikan akan menjadi salah satu kunci keberhasilan para Pemuda dimasa mendatang, dalam artian untuk menciptakan sebuah karya-karya, inovasi, dan motivasi diri untuk kemajuan negara.

Hal ini dimaksudkan untuj tetap menjaga kemajemukan adat dan budaya, karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan suku, bangsa, dan budaya, yaitu budaya heterogen yang kemudian melahirkan bahasa-bahasa yang berbeda-beda.

Untuk itulah kemudian diciptakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, namun hal ini tidak lantas untuk mengahilangkan sisi originalitasnya melainkan tetap dituntut untuk melestarikan bahasa daerah supaya tidak punah dan terjajah oleh massifnya bahasa asing.

Sebagai generasi perus Pemuda harus mampu menjunjung tinggi persatuan bangsa, yaitu tentang peran pemuda untuk menghadapi tantangan untuk menjawab kemungkinan terjadinya perpecahan atas keberagaman bangsa Indinesia.

Selain itu, Pemuda juga harus mampu menjaga kedamaian dengan sikap saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama, antar suku dan bangsa, maupun antar budaya.

Mengingat perkembangan trknologi yang semakin pesat yang mungkin akan menjadi penyebab hilangnya identitas beneka tunggal ika yang menjadi salah satu pilar berbangsa dan bernegara.

Sebagai penutup penulis, mengajak segenap para Pemuda untuk kembali bernostalgia pada sejarah kehormatan Pemuda yang terukir tinggi di negeri ini, dengan meneruskan perjuangan mereka para pahlawan yang telah terkenang salam sinubari kita sebagai Pemuda.